Blind Spot

Setelah sekian lama, akhirnya saya bisa berkumpul lagi dengan orang-orang yang bersemangat menuntut ilmu dalam agenda liqo’at rutin. Tausyiah kali ini disampaikan oleh Ustadz mengenai blind spot atau titik buta dari seseorang. Pada dasarnya, manusia merupakan makhluk sosial di mana dia membutuhkan orang lain untuk hidup. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan jasadiyah, namun juga ruhaniyah. Di sinilah fungsi dari nasihat, utamanya dalam mengoreksi kesalahan dan membentuk karakter diri menjadi lebih baik. Tarbiyah diri berperan menjadikan nasihat sebagai poin-poin penting untuk introspeksi.

Hari ini, saya mendapat banyak pelajaran. Di saat saya merasa bacaan qur’an sudah cukup lumayan, ternyata masih banyak koreksi sana sini. Banyak hal yang ternyata luput ketika itu tidak diulang-ulang. Belajar sesuatu memang membutuhkan bimbingan seorang guru, seperti yang dikatakan oleh Imam Syafi’i, dan beberapa ulama’ lainnya.

Blind Spot

Setelah sekian lama, akhirnya saya bisa berkumpul lagi dengan orang-orang yang bersemangat menuntut ilmu dalam agenda liqo’at rutin. Tausyiah kali ini disampaikan oleh Ustadz mengenai blind spot atau titik buta dari seseorang. Pada dasarnya, manusia merupakan makhluk sosial di mana dia membutuhkan orang lain untuk hidup. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan jasadiyah, namun juga ruhaniyah. Di sinilah fungsi dari nasihat, utamanya dalam mengoreksi kesalahan dan membentuk karakter diri menjadi lebih baik. Tarbiyah diri berperan menjadikan nasihat sebagai poin-poin penting untuk introspeksi.

Hari ini, saya mendapat banyak pelajaran. Di saat saya merasa bacaan qur’an sudah cukup lumayan, ternyata masih banyak koreksi sana sini. Banyak hal yang ternyata luput ketika itu tidak diulang-ulang. Belajar sesuatu memang membutuhkan bimbingan seorang guru, seperti yang dikatakan oleh Imam Syafi’i, dan beberapa ulama’ lainnya.

Evaluasi

Jika engkau tidak bisa mengevaluasi diri, atau orang yang kau mintai pendapat  pun tidak bisa mengevaluasimu, bisa jadi karena kau tidak punya hal buruk untuk dibenahi, atau saking teramat banyaknya keburukanmu, sampai orang-orang pun tidak tau harus mengevaluasimu mulai dari mana.

Melagukan Al-Qur’an

Dari teman saya, Abdurrahman Dihya, diambil dari postingan akun Facebook Ust. Deden M. Makhyaruddin.

==========================================

Menurut Imam Asy-Syafii dalam Al-‘Umm (6/227), Tidak apa-apa membaca Al-Qur’an menggunakan lagu serta memperindah suara saat membacannya bagaimana pun tekniknya. Lagu favorit Imam Asy-Syafii, sebagaimana diakuinya dalam Al-Umm, adalah nada yang mengalir membawa rasa sedih karena ingat dosa (melo). Imam Al-Mawardi dalam Al-Hawi (18/196) menyebutkan, memperindah suara dalam membaca Al-Qur’an dengan mengalir, syahdu, dan menyentuh hati hukumnya sunat. Bagaimana apabila lagu-lagu (nada dan irama) yang dipergunakan dalam membaca Al-Qur’an itu biasanya diperuntukan untuk selain Al-Qur’an? Maka kata Imam Asy-Syafii sebagaimana disyarahkan oleh Imam Al-Mawardi (17/196), hukumnya mubah selagi tidak merusak lafazh-lafazh Al-Qur’an, seperti menambah atau mengurangi harakat karena terbawa irama, memanjangkan yang pendek, memendekan yang panjang, atau ngajadikan kalimat, kata, dan huruf-hurufnya tidak jelas. Apabila demikian, maka dilarang, yakni haram. Yang membacanya fasiq, dan yang mendengarkannya berdosa.

Continue reading

Iman Itu (Bukan) Mutiara

Iman adalah mutiara…

di dalam hati manusia…

(Raihan)

 

Pastinya sering kita dengar istilah yang menyebutkan bahwa iman itu adalah mutiara. Saya punya pertanyaan.

Jikalau memang iman itu mutiara, yang bisa bertambah dan berkurang, dengan apa engkau akan menambahnya atau membuatnya berkurang? Dengan jual beli kah? Jual beli seperti apa?

Jikalau memang iman itu mutiara, yang membuatmu layaknya orang yang punya segalanya, lantas apa yang membuatmu bersedih hati saat ini? Kurang banyakkah mutiara itu? Atau tidak berhargakah ia?

Jikalau memang iman itu mutiara, yang bisa menjamin kebutuhan masa depanmu, apa yang membuatmu masih khawatir atau takut akan masa depan? Khawatir engkau tak bisa menyimpannya lagi atau khawatir kebutuhanmu tak akan tercukupi?

Continue reading

Sesak

Waktu kini, ya, dibawah langit mendung yg mengantarkan hujan, aku hanya bs menarik nafas dalam dalam. Teringat semua sikap yg telah aku perbuat kepadamu. Ditambah lagi ayat-ayat Ilahi yg menambah tusukan menjadikan dada ini makin terasa sesak. Tak ayal, mata ini hampir meneteskan airnya.

Aku juga tahu sikap itu salah, tp aku malah ingkar. Hanya untuk menuruti kepuasan dg alasan menuruti kata hati. Ya, harusnya aku paham, lebih paham dari dirimu, katamu. Tp aku tak sekuat yg kau kira, tak sepintar dan sepaham yg kau sangka, aku hanya manusia. Aku pun masih berusaha, menjadi lebih baik dr sebelumnya.

Setiap melihat tulisanmu, membuatku ingin menasehati diri ini, dg Al-Furqon, supaya hati ini sadar, bs dg jernih membedakan yg haq dan bathil, yg tidak semestinya aku lakukan. Nafas kembali terhempas dalam. Sesak… aku.. aku ingin sekali bisa melangkahkan kaki kpd amal yg ku tahu akan membawaku selamat, meski itu berat. Aku ingin, bs menjaga lisan ini supaya tak menarikku hingga aku terpeleset. Aku hanya ingin itu… konsisten dg ilmu yg aku punya.

Sesak… jika ku ingat aku sudah jauh dari harapanku. Dan lagi-lagi hanya kata maaf yg bisa kuucap. Maaf…

Surabaya, 22 Rabi’ul Awal 1436
Dibawah mendung,
A Haris Muhtar

Rekaman Materi Mabit Biofarma 311214

Alhamdulillaah… Nuhun Alam. Monggo disedot.

Firdha Cahya Alam

Linknya >>> http://bit.ly/biofarma311214

Isinya rekaman suara:

1. Ustadz Salim A. Fillah tentang Lapis-Lapis Keberkahan
2. Kang Setia Furqon Kholid
3. Ustadz Khairruozi Al Hafidz

Rekaman seadanya, sebaiknya didengarkan di tempat sepi dengan volume maksimal. Hehe

Semoga bermanfaat.

View original post

%d bloggers like this: